Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen
Ghost at Dorm “ Lo udah denger cerita raesky belom? Dia ngeliat setan kemaren katanya “ Fendy si kepala suku ribut di kamar 18 ngobrolin tentang sesuatu yang menurut gue itu menarik pehatian.              Gue keluar kamar dan masuk ke kamar 18 ikut ke dalam forum, ternyata primata – primata langka itu sedang ngebahas tentang sesuatu yang mistis, mereka lagi ngebahas ceritanya raesky yang katanya ketemu setan kemarin malam di asrama yang tercinta ini. Antara percaya dan gak percaya gue dengerin lebih lanjut cerita si fendy yang denger langsung dari si raesky.              Raesky adalah salah satu anggota suku lorong dua, penghuni kamar 20, kamar paling ujung berhadapan dengan kamar mandi. Kelahiran bekasi, fotografer, berbadan gempal kaya kaleng biskuit. Fendy    : “ si raesky katanya ngeliat setan semalem, dia kan punya penyakit gitu ...

For my beloved roommates

               Tulisan ini khusuzan gue ukir buat temen – temen kamar gue. Manusia yang udah ikhlas satu kamar sama gue selama 1 tahun, manusia yang udah biasa liat kamar berantakan gara – gara satu orang, gue. Ibaratnya gue itu adalah parasit jahat yang numpang sama inangnya, mereka inangnya. Gue ngambil nutrisi dari tubuh mereka, dan mereka tanpa pamrih diam aja gue ambil nutrisi itu dan terus buat nutrisi – nutrisi yang lain. Mereka adalah Khoirul Umam, Mohd Luthfi Adrian, dan terakhir Julius Darwin.                Umam, wakil ketua BEM TPB yang waktu buat cuci bajunya lebih sering daripada waktu buat makannya. Gaktau apa alasannya, buat gue umam adalah lelaki terhebat terhemat, dia bisa lebih memilih ngeluarin biayanya untuk beli jel rambut daripada di alihkann untuk beli makanan. Dia juga bisa menekan pengeluarannya dalam sehari Cuma Rp 6000, 1/3 dar...

Hijau

       Cinta adalah sesuatu yang suci, cinta adalah misteri. Cinta, begitulah semua orang menyebutnya. Menyebut perasaan yang mengalir bagai arus sungai di atas awan tempat bidadari bersemayam.  Egi termenung melihat kumpulan awan yang berjajar, berbaris seakan sedang menghiburnya, orang yang sedang duduk memandang langit memapahkan masalahnya kepada awan yang tanpa keluhan mendengar cerita-ceritanya. Semesta di sore hari ini mendukung Egi melepaskan semua masalah yang dia  alami. Rumput yang terbentang panjang menjadi alas untuk  mengagumi sejenak ornament–ornament langit. Angin berhembus membawa wangi dari rumput yang terlihat basah, bau itu, bau yang khas menenggelamkan Egi ke dalam ketenangan saat memejamkan mata.   “ Egi, makan es krim yu? “ Pesan singkat masuk ke hp usangnya. “ Boleh, kamu dimana Vert1? Aku kesana “ Egi berdiri, melihat ke arah langit untuk yang terakhir kalinya, meninggalkan mereka sendiri seraya berterima kasih...

Untitled

23 Oktober 2102 Ping, Handphone egi berbunyi “ Gi kamu ikut camping yg ke hutan itu yah? “ pesan singkat dari vert. “ iya ikut kok, kamu ikut juga? haha “ Kebetulan lagi yang sangat aneh mereka berdua ikut acara pecinta alam dari kampus, menginap semalam di hutan kecil dekat kampus mereka. “ wei gi lo jadi ikut yang ke hutan itu kan gi? Bukain pintu dulu sebentar please “ ragil berteriak di depan pintu kamar egi. Ragil adalah tetangga kamar egi di asrama, rambutnya bergelombang kulitnya coklat tingginya kira – kira sebahu egi. “ apa? iya ikut gue mau packing dulu gil sebentar yah “ Semua bahan logistic dia masukkan satu persatu ke dalam tas besar yang dia pinjam ke kakak tingkatnya, Hutan rindang yang penuh dengan tantangan menunggu egi dan ragil datang. Mereka berdua siap berkemah di hutan, tiidur beralaskan matras di atas rumput hijau. “ egiiiiiiii, aku kira kamu gak ikut ginian juga hehe “ teriak vert di tempat start awal keberangkatan mereka. “ lah kamu y...