gambar hanya ilustrasi Beberapa hari lalu gua naik taksi online dari rumah di Pondok Aren menuju Bandara Soekarno-Hatta. Di tengah perjalanan untuk mengisi kekosongan, gue mulai ngobrol sama pengemudinya.. Seorang laki-laki yang kalau dari belakang kelihatannya seusia gua, sekitar 28--35 tahun. Laki-laki yang kesehariannya adalah narik taksi online yang terdaftar di bandara. Dari obrolan itu, ada hal yang akhirnya mendorong gua buat cerita ini. Bukan, bukan soal bau stella di mobilnya, tapi soal penghasilannya. Bapaknya cerita kalau pendapatan sebulannya sekitar 17-- 20 juta. 17 juta, bersih! Pendapatan gua gak ada setengah pendapatan dia, sumpah. 17 juta itu dia dapat dari pola kerja kaya gini.. setiap hari mulai narik dari jam 5 subuh sampai jam 11 malam, 6 hari seminggu. Hari Minggu pulang ke rumah buat ketemu istri dan anak. Ya, dia pulang ke rumah cuma seminggu sekali. Terus setiap hari tidur di mana? tidur di mobil. Di mobil yang sedikit dibuka kacanya, dan setiap pagi mandi di ...
Demi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, Badan POM Harus Hadir di Antara Kita Semua Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia hanya menjadi tabu kalau laki-laki di Jakarta bisa memilih makanan dengan aman, Perempuan di Bandung bisa menjadi cantik rupawan dengan kosmetik legal, sementara Laki-laki dan Perempuan di wilayah timur sana... tidak bisa melakukan hal yang sama. Sabtu, 1 Juni 2019 kemarin adalah pertama kalinya saya sebagai Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) memperingati hari lahirnya Pancasila, dan juga pertama kalinya saya mengikuti upacara di luar hari kerja. Hari libur biasanya saya masih dengan kaos dan celana pendek, di hari lahir Pancasila kemarin saya sudah memakai batik dan celana bahan. Memang luar biasa semangat Pancasila calon menantu idaman mertua. Tahun 2019 adalah tahun pertama saya sebagai CASN dengan Badan POM sebagai instansi tempat saya berbakti kepada negara. Dalam perjalanan, saya menyadari bahwa Badan POM memegang peran penti...